Ahok Ngotot Kewajiban Pengembang Harus Tetap 15 Persen
April 2, 2016- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, JAKARTA – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara tengah menjadi sorotan selepas Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi ditangkap KPK. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun sudah menaruh curiga pada DPRD DKI lantaran masih belum membahas raperda tersebut.
Kecurigaan Ahok pun terbukti setelah M Sanusi ditangkap KPK dengan barang bukti sebesar Rp 1 miliar (pemberian kedua) dan Rp 140 juta (sisa dari pemberian pertama sebesar Rp 1 miliar). Duit itu merupakan uang haram dari PT Agung Podomoro Land
Ahok pun menduga ada permainan tentang persentase kewajiban pengembang terhadap lahan pulau buatan dalam proyek reklamasi tersebut. Mantan Bupati Belitung Timur itu ngotot agar kewajiban pengembang itu sebesar 15 persen.
“Memang ada penawaran mau ngurangin 15 persen. Saya kira nanti bakalan dia lihat. Biarkan penyidik bekerja,” kata Ahok di kawasan Marunda, Jakarta Utara, Sabtu (2/4/2016).
Ahok menyebut dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 52 tahun 1995 tentang reklamasi disebut pengembang wajib memberikan 5 persen wilayah pulau. Namun Ahok menolak hal itu.
“Pada waktu membaca itu, saya katakan enggak boleh, enggak boleh. Kenapa? Enggak disebutin kita dapat 40 persen lebih dari fasum fasos. Kalau kamu cuma nyebut 5 persen itu bisa saja kalau pengembangnya pintar, bisa saja dia bilang bahwa misalkan 5 persen ini ya sudah termasuk fasum fasos. Kan saya ngasih kamu 48, saya kelebihan 43. Makanya saya bilang enggak boleh ini masih diubah dengan kata yang jelas. Kata yang lebih jelas ini apa, 5 persen dari total pulau, dari tanah yang bisa dijual. Baru jelas, di luar dari 40-an persen, jadi kalau misalkan 40-60, 5 persennya berapa? 3 persen dari yang dijual untuk DKI. Saya ubah,” kata Ahok.
“Terus ada kalimat kedua yang juga menurut saya enggak bener. Mereka berkewajiban menjaga Jakarta agar enggak banjir. Kalimat ini enggak bener, buat apa disebutin. Kan di Keppres juga sudah disebutin supaya enggak banjir, supaya pulau ini enggak bikin banjir Jakarta, maka angka pulau reklamasi dengan daratan harus berjarak 200 sampai 300 meter. Jadi enggak boleh misalkan di Jakarta ini dari Cilincing kamu uruk,” sambung Ahok memaparkan.
Ahok pun mengajukan raperda tersebut agar lebih kuat. Dalam raperda itu nantinya diatur mengenai status lahan reklamasi ini 100 persen Hak Pengelolaan (HPL) atas nama Pemprov DKI. Sedangkan pada lahan-lahan yang ingin dikembangkan secara komersial oleh pengembang hanya diberikan Hak Guna Bangunan (HGB).
“Makanya saya mau memperkuat perda, si pengembang wajib seluruh pulau reklamasi ikut sertifikat HPL atas nama DKI. Dari tanah yang bisa dijual, 5 persen harus kasih, fasum fasos 45 persen harus kasih, lalu apalagi dari penjualan tanah setiap tanah yang mereka jual, maka DKI mendapatkan 15 persen, dalam bentuk apa? Bisa buat inspeksi, bisa buat bangun rumah susun, bangun jembatan. Macam-macam,” jelas Ahok.
Nah Ahok pun menduga pihak DPRD DKI kurang sreg dengan kewajiban 15 persen tersebut. Ahok pun tetap ngotot dengan raperda yang diajukannya itu.
“Nah kelihatannya kawan-kawan kita (di DPRD DKI) kurang seneng soal 15 persen ini. Mereka ada beberapa kali tulis ngomong, dengan Bappeda kenapa enggak hitung 5 persen aja. Saya enggak mau, berarti saya bangun inspeksi, keruk sungai dibayar 5 persen. Enggak mau dong. Itu namanya saya jual tanah, bangun saya bisa dipenjara kalau gitu. 15 persen itu buat bangun apartemen, supaya karyawan-karyawan, pegawai-pegawai, yang tinggal di pulau, pulaunya jangan diisi orang kaya dong kan ada sopir, pembantu yang mau tinggal di mana? Masa mesti datang dari Bekasi, dari Depok? Makanya saya mau tambah kewajiban 15 persen dalam Perda ini,” Pungkas Ahok.
{Zeet/Fram/Red}
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (2,001)
- Internasional (30)
- Nasional (84,220)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,787)
- Olahraga (601)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (242)
- Peristiwa (489)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)
Berita Terkini
- August 13, 2026
Patroli Jalan Kaki dan Berkendaraan, Kodim 0506/Tgr Perkuat Keamanan Wilayah
- August 13, 2026
Prajurit TNI AL Dari Yonf 2 Marinir Bersama Pemuda Komopa Kibarkan Merah Putih Sambut HUT KE-81 RI
- August 13, 2026
Koramil 01/Tangerang Dukung Peresmian 3.300 Jembatan TNI-Polri Nasional
- August 13, 2026
Alvian Mokalu: Apresiasi Siswa Guru PKK dan Hukumtua Antusiasme Ikuti Semarak Lomba Gerak Jalan Tompaso Barat
- August 13, 2026
Hukum tua Desa Koyawas, Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Dana Desa2026 Dari Kejari Minahasa
- August 13, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



