Warga musi rawas pertanyakan penyaluran raskin

Spread the love

Jurnalline.com, Musi Rawas (SUMSEL) – Sebagian Masyarakat Kampung II Desa Lubuk Ngin Lama Kecamatan Selangit mempertanyakan penyaluran beras sejahtera (Rastra). Pasalnya penyalurannya yang dilakukan oknum kadus, diklaimnya pilih kasih, sebab ada sebagian warga yang meski memili Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sudah hampir setahun tidak menerima rastra tersebut.

Hal tersebut diungkapkan, Wan Boy dan dua warga lainnya yakni Matap dan Yamun yang merupakan warga Kampung II Desa Lubuk Ngin Lama, kepada Musirawas Ekspres, Kamis (28/9).

Dikatakan Wan Boy, salah satu warga yang tidak menerima rastra yakni Dedi yang tidak lain saudaranya sendiri. Hal itu dikarenakan, Dedi kini merantau ke Kecamatan STL Ulu Terawas yang statusnya masih di Desa Lubuk Ngin Lama.

“Dia ini adek aku, nah dia juga merantau ke Terawas, tapio masih sering balek ke Lubuk Ngin, namun setiap ada bantuan tidak pernah dapat, apalagi Rastra. Padahal adek aku ini punya kartu miskinnya,” tutur ia.

Bahkan lanjut ia, di Kampung II tersebut bukan hanya Dedi yang merantau, melainkan banyak warga lainnya. Namun yang menjadi pertayaan dan membuatnya geram dari sekian banyaknya warga yang merantau, hanya Dedi sendiri yang tidak mendapat Rastra.

“Kalau cuman sekali tidak jadi masalah buat aku, tapi ini la ada nak setahun, jadi aku sebagai kakaknya tidak terimalah. Padahal Rastra dari Kades ke Kadus turun sebanyak 133 sak, dan sedangkan warga yang menerima hanya sebanyak 118 KK, jadi kemana sisanya itu,” tutur ia.

Bahkan sambung ia, dari 118 KK yang ditetapkan menerima rastra tersebut, jika tidak membayar pajak bumi bangunan (PBB), jatah rastranya ditahan oleh kadus. Tak hanya itu, bahkan masalah tersebut sudah dirinya bahas dengan Ketua BPD Desa Lubuk Ngin Lama, namun tidak juga ada tanggapan.

“Laporan ini bisa saya pertanggung jawabkan, dan alasan kades dan kadus ini tidak memberikan rastra, karena status adek aku ini merantau, tapi kenapa warga yang merantu lainnya masih tetap dapat,” ucapnya.

Tak hanya itu sambung ia, bahkan dirinya meminta kepada pemerintah untuk melakukan audit terkait dengan pengalokasian dana desa (DD) yang tahun ini hanya ada pembangunan PAUD dan Jembatan gantung saja. Bahkan, dirinya mengancam akan melakukan aksi ke kades dan kadus tersebut.

“Saya akan terus menuntut ini, sampai masalah iniselesai. Saya tidak terima, kenapa hanya adik saya yang tidak dapat rastra. Jika memang tidak ada tanggapan, kita akan melakukan aksi,” ucapnya.

Sementara itu, Kades Lubuk Ngin Lama, Asnawi membantah tudingan tersebut. Dijelaskan Aswani, bukan tidak memberi jatah Rastra, hanya saja dirinya meminta untuk menunggu sebentar, hingga penyaluran kepada warga yang memang bertempat tingal di kamung tersebut selesai. Sebab, jika warga yang merantau tersebut diberikan rastra seluruhnya, dikhawatirkan warga lainnya yang memang sehari-sahari beraktifitas di desatersebut tidak kebagian.

“Dan itu sudah saya jelaskan, tapi dia ini dan keluarganya datang ke rumah kadus dan mengancam serta meminta dengan bahasa dan sikap yang tidak sopan. Bahkan pernah diancam dengan senjata tajam. Sebenarnya ada jatahnya, tapi kita dulukan warga yang memang beraktifitas sehari-hari didesa. Sementara adek dari Wan Boy ini merantau dan tidak pernah pulang, dan tidak ikut setiap kegiatan desa,” jelas Asnawi, saat dikonfirmasi Jurnalline.com melalui Via Handphonenya, Kamis sore.

Bahkan dikatakannya, dirinya selaku Kades pernah memediasi kedua pihak tersebut, namun pihak dari Dedi tidak pernah datang. Dan akhirnya dirinya bersama dengan kadus memberikan berasrastra tersebut, namun tidak diterimanya.

“Intinya Dedi dan keluarganya ini sudah kami kasih dan tidak diterimanya. Sebenarnya dia inidapat terus rastra, tapi yang kali ini kita dulukan untuk warga yang ada di desa tersebut, sedangkan yang perantau nanti, jika ada sisanya akan diberikan. Kalun memang mau melakukan aksi silahkan, karena memang itu yang sebenarnya,saya punya saksinya,” tutupnya.

 

(do)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.