Bentrok Dengan Satgas PAM, Water Canon Bubarkan Aksi Demo Massa Pilpres 2019

Spread the love

Jurnalline.com, Korem 133Nani Wartabone – Pada suatu kegiatan mengantisipasi demontrasi masa oleh sekelompok pendemo yang tidak menerima akan keputusan KPU terhadap keputusan penyelenggaraan pesta demokrasi pemilihan legislatif (pileg), dan pemilihan presiden (pilpres2019) melakukan unjuk rasa dengan melampiaskan kekecewaan dengan melakukan protes keras dengan menurunkan masa yang begitu banyak sehingga pihak KPU yang hanya dikawal oleh beberapa personel aparat keamanan tidak dapat berbuat banyak, karena aksi anarkis.

“Dengan adanya aksi massa yang telah melakukan hal-hal yang diluar batas kewajaran, sehingha pihak KPU meminta bantuan pihak kepolisian untuk menangani akan unjuk rasa yang telah mengarah pada anarkis pihak kepolisian menurunkan pasukan anti huru hara mengatasi aksi huru hara, dengan menurunkan pasukan pengamanan yang lebih besar dengan peralatan penghalau masa kendaraan water canon serta menembakan gas air mata masa tetap saja masih anarkis sehingga sampai pada puncak penanganan pihak kepolisian meminta bantuan pihak TNI dalam membantu pengamanan yang telah bertambah anarkis,.”

Terlihat betapa kompak.dan sinergi antara TNI dan Polri, diperlukan dalam menangani masa pendemo, dengan sigap TNI yang diterjunkan melakukan perbantuan secara sinergitas melakukan tindakan sesuai dengan undang-undang dalam melakukan pengamanan sampai pada akhirnya masa dapat dipukul mundur dengan beberapa orang pendemo dilakukan penahanan serta melakukan evakuasi kepada masa yang menjadi korban dalam melakukan unjuk rasa yang anarkis.

Diketahui hal ini dilakukan dalam suatu kegiatan peragaan pengamanan pemilu2019, dimana sinergitas antara TNI Polri sangat penting dan perlu dalam suatu tugas apapun yang dilakukan secara bersama-sama untuk tetap terjaganya suatu wilayah dari gangguan demontran yang telah mengarah pada anarkis.

“Agar wilayah tersebut tetap dalam kondisi yang kondusif aman dan terkendali, pengamanan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden yang dilakukan oleh Kodam XIII/Merdeka diwilayah Provinsi Gorontalo, atas petunjuk Pangdam XIII/Merdeka memerintahkan Danrem 133/Nani Wartabone melakukan perbantuan pengamanan kepada kepolisian dalam hal ini Polda Gorontalo untuk mengatasi unjuk rasa.”

Pemgamanan aksi massa masyarakat yang tidak puas dengan hasil pemilihan yang telah dilaksankan sesuai undang-undang dengan tujuan agar setiap satuan maupun personel TNI dan Polri selalu dalam kesiapsiagaan dalam mengantisipasi setiap perkembangan situasi diwilayahnya sesuai tingkat kerawanan yang ada dan akan terjadi.”

Kegiatan peragaan pengamanan pemilu 2019 turut disaksikan oleh Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rachmad Fudail, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, para Bupati/Walikota se Provinsi Gorontalo, Ketua Bawaslu, Kabinda Gorontalo, unsur Forkopimda Gorontalo serta para pejabat Polda dan Korem 133/Nani Wartabone dan jajaran maupun masyarakat Gorontalo.

(EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.