Menyiapkan Calon Wartawan Profetik DI “JOURNALIST BOARDING SCHOOL”
August 11, 2019- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, Cilegon – Para jurnalis (wartawan) pada hakikatnya mengemban amanah yang sangat berat tapi mulia. Kenapa? Tidak lain karena mereka sejatinya mewarisi apa yang disebut “tugas kenabian”.
Dasarnya adalah firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an yang artinya: “Dan Kami tidak mengutus para rasul, kecuali untuk menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan.” (QS. Al-Kahfi [18]: 56).
Bunyi surat Al-Kahfi itu bersesuaian dengan fungsi pers yang diakui di seluruh dunia, yakni memberi informasi, mendidik, menghibur dan menjadi alat kontrol sosial (masyarakat).
Ketiga fungsi pertama sebagaimana disebutkan di atas sama artinya dengan menyampaikan kabar gembira, sedangkan fungsi keempat sama dengan memberi peringatan kepada publik (masyarakat).
Terinspirasi oleh ayat suci itu, setelah lebih dari 40 tahun berprofesi sebagai wartawan, mantan Pemimpin Umum LKBN ANTARA yang juga pernah menjadi Dirut RRI Pardi Hadi terdorong untuk menulis buku berjudul “Jurnalisme Profetik: Mengemban Tugas Kenabian.”
Nabi dalam bahasa Inggris adalah “prophet”. Dengan alasan itu, ‘genre’ jurnalisme yang diusung Pardi Hadi disebut juga “Prophetic Journalism” (Jurnalisme Profetik atau Jurnalisme Kenabian).
Jurnalisme profetik mengacu pada Al-Quran, Hadits dan akhlak mulia Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang bisa disingkat STAF, yakni Shidiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah.
Shidiq berarti mengungkapkan sesuatu berdasarkan kebenaran, tabligh berarti menyampaikan kepada orang lain dengan cara mendidik, amanah berarti dapat dipercaya atau akuntabel, dan fathonah berarti penuh kearifan (cerdas).
Jadi, misi jurnalisme kenabian sejatinya adalah mengajak orang untuk berbuat kebaikan dan memerangi kejahatan, atau dalam Islam disebut “amar ma’ruf nahi munkar”.
Terkait dengan dunia jurnalistik itu sendiri, saat melaksanakan tugas sehari-hari, para wartawan harus berhati-hati dalam menerima dan mengolah bahan berita agar berita yang ditulisnya layak siar dan bermanfaat untuk masyarakat.
Dasarnya ada dalam Al-Qur’an yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu kabar, periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat: 6].
Karena sumber dan acuan utamanya adalah Kitab Suci dan akhlak Rasulullah, dalam praktiknya wartawan profetik melibatkan sisi spiritualitas, di samping akal dan upaya-upaya lahiriah.
Dengan kata lain, wartawan profetik saat bertugas mengemban misi memberi informasi (informing), mendidik (educating), menghibur (entertaining), memberi advokasi (advocating), mencerahkan (enlightening), menginsiprasi (inspiring), dan memberdayakan (empowering).
Kemudian, meski mengajarkan “welas asih” (compassion) kepada sesama makhluk, jurnalis profetik tetap harus kritis, tegas, dan berupaya keras turut memberantas kejahatan, termasuk tindakan korupsi yang masih sering terjadi sampai saat ini.
Justru karena menyandang “tugas kenabian”, maka para wartawan dan media massa profetik harus lebih berani melakukan “investigative reporting” atau laporan investigasi untuk mengungkap kejahatan yang tersembunyi atau sengaja disembunyikan.
Mengikuti perkembangan zaman
Ketika internet ditemukan dan koran elektronik baru diperkenalkan di Amerika awal tahun 1990-an, kebanyakan orang kemudian mendapatkan informasi dari layar komputer atau dari telpon seluler ketimbang dari lembaran kertas koran.
Bagi media massa Islam, perkembangan teknologi informasi seperti itu sejatinya merupakan peluang, karena pers Islam pun pada dasarnya juga bergerak pada bisnis penyediaan jasa informasi dengan mengkonstruksi realita sosial dan membingkainya sesuai kebijakan internal dalam nuansa jurnalisme kenabian.
Oleh karena itu, jika sekarang disebut abad informasi, maka perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang informasi, termasuk pers Islam mestinya juga bisa terus hidup dan makin berkembang, apalagi pangsa pasarnya relatif luas.
Dengan kondisi seperti itu, satu-satunya kunci sukses bagi media massa Islam dan jurnalis muslim adalah kesiapannya untuk berubah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, terutama perkembangan teknologi informasi.
Media massa di negara mana pun yang selalu siaga dengan berbagai kemungkinan telah terbukti, bukan saja tetap ‘survive’, melainkan juga hidup makmur dan berpengaruh.
Di sinilah tantangannya. Jurnalis muslim perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi agar kehadirannya tetap bermanfaat bagi masyarakat, bahkan makin diperlukan bangsa dan negara di masa mendatang.
Tentu saja aspek penting lainnya yang harus dikuasai seorang jurnalis profetik, baik yang bekerja di media cetak maupun online atau radio dan televisi adalah berfikir secara jernih serta berkomunikasi melalui lisan atau tulisan secara efektif dan bermanfaat bagi banyak orang.
Sekolah Jurnalistik Plus
Menyiasati perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, sekolah-sekolah jurnalistik saat ini pada umumnya berkonsentrasi pada pendidikan dan keterampilan kewartawanan berbasis digital.
Namun sekolah jurnalistik yang satu ini berbeda, karena juga mengajarkan siswanya untuk bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an. Sekolah ini menjadi kian penting karena keberadaannya seperti oase di pusat hiburan, di tengah kota Cilegon yang merupakan salah satu kota industri tersibuk di Indonesia.
Dengan nama “Journalist Boarding School” (JBS), sekolah jurnalistik itu berupaya menekankan dua sisi secara berimbang, yakni keterampilan jurnalistik dan sisi spiritualitas, sehingga mereka diharapkan nanti benar-benar menjadi wartawan profetik yang mumpuni.
“Sekolah jurnalistik plus” itu berlokasi di Gedung Pusdiklat PWI Banten, Jalan Kalitimbang Lingkar Krotek RT 02/RW 05 Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Cibeber Kota Cilegon Provinsi Banten.
Konsep sekolah jurnalistik itu digagas oleh Firdaus, pendiri Teras Media Group yang menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten dua periode (2010-2015 dan 2015-2019).
Wartawan senior yang berdomisili di Cilegon Banten itu saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat serta merupakan penggagas sekaligus salah seorang pendiri Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang kemudian didaulat menjadi sekretaris jenderal di organisasi media tersebut.
Menurut Firdaus, “Journalist Boarding School” itu sendiri berada di bawah naungan Yayasan Akademi Multimedia Nusantara (AMN). Tempat pendidikan dan pelatihan jurnalistik itu terbuka untuk alumni SMA maupun alumni perguruan tinggi.
Di sekolah jurnalistik itu para peserta mendapatkan pelatihan jurnalistik yang meliputi “6M”, yakni mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi.
Materi wajib lainnya adalah desain grafis untuk media atau sarana tercetak, olah foto, digital marketing hingga pengelolaan media sosial agar menjadi sumber pendapatan.
Tidak hanya itu, para siswa juga akan diajarkan membuat blog atau website. Satu lagi, materi kearifan lokal juga diajarkan, yaitu keterampilan olah kanuragan.
Selain pendidikan jurnalistik dan digital, pihak sekolah juga akan membuat paket wisata religi untuk umum yang konsepnya sedang terus dimatangkan.
Sekolah jurnalistik itu sendiri hadir dalam upaya menjawab tantangan di era modern dengan konsep pendidikan yang mengkombinasikan nilai-nilai religius dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Para siswa nantinya akan menempuh masa pendidikan selama satu tahun, setara dengan pendidikan D1, dan selama mengikuti pendidikan, mereka akan dimukimkan seperti halnya santri di pondok pesantren.
Firdaus juga menjelaskan, materi-materi umum akan diberikan kepada seluruh peserta lulusan SMA maupun perguruan tinggi. Tetapi kemudian pada tahapan pengkonsentrasian, materinya akan berbeda.
Khusus untuk sarjana akan dikonsentrasikan pada jurnalistik profetik sebagai bagian dari kelompok penyeru bagi kepentingan publik dan kepemimpinan, sementara peserta tamatan SMA akan dikonsentrasikan pada penguasaan keterampilan media digital seperti desain web, pengelolaan medsos, dan digital marketing.
Pertama di Asia
Terkait “Journalist Boarding School”, Konsultan Manajemen Akademi Multimedia Nusantara (AMN) GS Ashok Kumar menyatakan, lembaga pendidikan jurnalistik tersebut adalah “Sekolah Jurnalistik Plus” pertama di Indonesia, bahkan di Asia karena juga mengajarkan siswanya untuk bisa membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Peserta didik disediakan penginapan di bangunan berlantai dua dengan luas 300 meter persegi. Dengan begitu setiap peserta dapat diasuh dan diawasi secara langsung oleh para mentor handal yang masing-masing memiliki kompetensi berbeda.
Para peserta didik wajib shalat berjamaah di awal waktu. Seusai shalat magrib dan subuh mereka diwajibkan belajar membaca dan menghapal Al-Qur’an serta belajar tajwid. Mereka juga secara berkala dilatih “public speaking” dan menjadi Imam shalat.
“Journalist Boarding School” yang dilaunching pada akhir April 2019 itu siap menampung 30 peserta setiap tahun. Setiap peserta akan mengikuti pendidikan selama satu tahun, dengan peningkatan materi secara berjenjang.
Sekolah jurnalistik itu dibangun, bukan semata berorientasi bisnis, tetapi lebih kepada ihktiar bersama dalam rangka mempersiapkan wartawan profetik yang kian diperlukan kehadirannya di era konvergensi media sekarang ini.
Perjuangan jajaran pengurus sekolah jurnalistik di Cilegon Banten untuk menyiapkan calon-calon wartawan profesional dan berakhlak mulia itu masih panjang dan penuh tantangan.
Karenanya perlu kerja keras dan kerja ikhlas semua pihak terkait dengan tetap mengedepankan “akhlaqul karimah” (sikap sopan santun) sebagaimana diajarkan Rasulullah Muhammad SAW.
Dalam kaitan ini, pemikir Islam terkemuka Imam Al-Ghazali menyatakan: “Manakala yang dicita-citakan itu baik serta mulia, maka pasti sulit ditempuh serta panjang jalannya.
Beliau pun pernah mengingatkan bahwa “Tidak akan sampai ke puncak kejayaan kecuali dengan kerja keras dan tidak akan sampai ke puncak keagungan kecuali dengan sopan santun”.
*Penulis, Pemred Kantor Berita ANTARA 2016-2017 yang juga pernah menjadi Kepala
Biro Kantor Berita ANTARA di New York AS tahun 1993-1998. Wartawan senior
kelahiran Pandeglang Banten itu saat ini mendapat amanah sebagai Asesor Wartawan
Utama pada Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
serta menjadi anggota Dewan Penasehat PWI Provinsi DKI Jakarta (PWI Jaya).
Penulis : Fram
Editor : Ndre
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- September 2026
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (2,009)
- Internasional (30)
- Nasional (84,532)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,865)
- Olahraga (602)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (243)
- Peristiwa (495)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81 Berita Terkini
- September 1, 2026
Hadir di Tengah Masyarakat, Koramil 02/Pondok Gede Intensifkan Patroli Malam Jaga Keamanan Wilayah
- August 31, 2026
Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam
- August 31, 2026
Polres Metro Tangerang Kota Panen Jagung di Batuceper, Dukung Swasembada Pangan
- August 31, 2026
Selamat dan Sukses kepada Royke Harry Langie atas Amanah Baru sebagai Astamaops Kapolri
- August 31, 2026
Panitia HUT ke-81 RI Tompaso Barat Gelar Ibadah Syukur, Serahkan Hadiah bagi Para Juara
- September 1, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



