Demo Mahasiswa dan Viral Tilawah Fathur
September 26, 2019- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, VIRAL tilawah sejumlah surah Alquran Juz 30 oleh Muhammad Atiatul Muqtadir lewat Youtube, saya metaforakan bagai hujan yang mengguyur kebakaran hutan di Pulau Sumatra. Kemerduan tilawahnya tiba-tiba menyiram sejuk penilaian miring sejumlah tokoh terhadap aksi-aksi mahasiswa belakangan ini.
Apa hubungan ayat-ayat suci dengan demo mahasiswa?
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang karib disapa Fathur itu, melengkapi performanya di Indonesia Lawyers Club TVOne dengan viral Youtube baca Alquran, yang sampai memancing kekaguman ustadz Yusuf Manshur. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi itu pun menjadi trending topic dan ikon baru unjuk rasa mahasiswa, di samping nama-nama Ketua BEM Universitas Indonesia Manik Margamahendra, Presiden BEM Universitas Trisakti Dinno Ardiansyah, dan Presiden Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung Royyan A Dzakiy.
“Bahasa demo” seperti bergerak ke kemeluasan simpati massa ketimbang mengikuti alur opini para politisi. Yang sangat terasa dikembangkan, antara lain adalah opini menuding aksi-aksi mahasiswa ditunggangi oleh kepentingan tertentu, juga gerakan untuk melumpuhkan Presiden Joko Widodo agar mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang UU Komisi Pemberantasan Korupsi.
Di forum ILC, Mata Najwa, dan talk show lainnya, para ketua BEM itu menyuarakan konsistensi semangat idealisme lewat argumentasi yang terukur, bahasa santun, dan senyum mengembang, berhadapan dengan otoritas-otoritas kekuasaan. Tersaji nuansa oposisional dari senyum anak-anak muda itu. Mereka tak jeri berdebat melawan “kubu” yang punya jam terbang lebih tinggi dan narasi berbusa-busa.
Ekspresi Aspirasi
Apakah aksi-aksi mahasiswa ini merepresentasikan perasaan rakyat? Saya kira ya, karena kita sama-sama melihat betapa suara-suara dari kalangan akademisi yang mengkritisi proses pembuatan undang-undang selalu tereduksi oleh argumentasi proses, posisi, dan bahasa kekuasaan.
Imbauan agar mahasiswa bersikap lebih elegan untuk berdialog dengan otoritas kekuasaan dalam forum yang bukan unjuk rasa, dari perspektif diskusi tentang UU KPK, bagaimanapun mendegradasi makna ekspresi aspirasi unjuk rasa.
Mobilisasi kekuatan moral mahasiswa patut dipahami sebagai opsi penyuaraan terakhir setelah semua suara dari beragam sumber akademik tak lagi didengar. Sikap Istana dan Gedung Parlemen sudah jelas: UU KPK tetap “must going on”. Takkan ada alasan kondisi darutan mengeluarkan Perppu, dan jalan menguji UU ke Mahkamah Konstitusilah yang dibuka.
Kesimpulan bahwa demo mahasiswa ditunggangi bagaimanapun bukan jawaban bijak atas realitas pengamatan rakyat atas perkembangan sikap politik di Istana dan Gedung Parlemen.
Beberapa kali, saya menyaksikan sejumlah anggota DPR yang lebih memosisikan diri untuk tidak mendengarkan pernyataan lawan diskusi dalam talk show, lebih suka memotong, menuding, dan seolah-olah menyimpulkan yang lain bodoh dan tidak mengerti persoalan. Dalam kondisi demikian, debat pun bergerak lebih ke perspektif “kulit luar” ketimbang kemauan mempertimbangkan suara rakyat, sehingga tidak berlebihan ketika yang terpanggungkan adalah justru penegasan wajah kekuasaan dan wajah ketidakberdayaan rakyat.
Sayup-sayup Harapan
Anak-anak aktivis BEM itu, pada lima atau 10 tahun mendatang, boleh jadi akan menjelma menjadi jago-jago bicara seperti Fahri Hamzah, Fadli Zon, Budiman Sudjatmiko, atau Adian Napitupulu dengan beragam latar belakang, orientasi, dan impian politiknya. Tentu dengan sayup-sayup harapan bahwa Fathur cs memiliki sikap kerakyatan yang lebih baik dari para seniornya, untuk tidak menjadi — setidak-tidaknya — bagian dari kontroversi kekuasaan. Artinya, kita berharap anak-anak itu kelak tidak memperkuat tesis skeptik bahwa “mereka yang semasa mahasiswa berjuang bakal berbeda saat sudah berada di panggung kekuasaan”.
Fathur Muqtadir boleh jadi adalah dekonstruksi dari dinamika pergerakan performa aktivis, walaupun perspektif “wajah spiritualitas” tidak bisa sekadar diukur dari kefasihan melafazkan ayat-ayat suci. Apakah ini substansi naratif, betapa sesungguhnya kita sedang merindukan “kesalehan politik” lewat penampilan berlogika, berargumentasi, dan kemampuan mencerahkan dengan cara-cara elegan?
Sekarang ini, keeleganan rasanya menjadi karakter langka, dengan pemunculan performa-performa minus yang justru tidak membuat nyaman perasaan publik. Oke, karakter memang melekat pada personalitas perseorangan, dan tidak selalu menjadi parameter kualitas intrinsik tujuan-tujuan perjuangannya. Akan tetapi, bukankah keeleganan yang menjadi kekuatan untuk membawa seseorang ke posisi kenegarawanan.
Hingga hari-hari ini, ketika rakyat melalui para mahasiswa menyuarakan isi hatinya, salah satu elemen yang menjadi bagian dari diskursus demokrasi kita adalah kualitas narasi komunikasi massa. Ada orang-orang di sekeliling Istana yang menyampaikan pernyataan-pernyataan aneh dan membelakangi logika. Tercermin pula para wakil rakyat di Senayan yang punya agenda tak seperti suara yang mereka wakili. Lalu di bagian lain kalangan akademik bagai tak punya cukup ruang argumentasi, juga mahasiswa yang memilih melaksanakan opsi perjuangan terakhir mobilisasi aspirasi.
Di sesela kegaduhan, anak-anak muda itu lantang mengekspresikan pendapat. Semangat muda mereka menjadi energi masa depan bangsa. Dan, Fathur adalah salah satu dari mereka yang menggenapkan simpati publik dengan alunan indah tilawahnya.
— Amir Machmud NS, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah dan Ketua Bid. Pendidikan dan Pelatihan SMSI Pusat.
Penulis : Fram
Editor : Ndre
Sumber : Rilis Ketua Bid. Pendidikan dan Pelatihan SMSI Pusat
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (1,998)
- Internasional (30)
- Nasional (84,102)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,756)
- Olahraga (601)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (242)
- Peristiwa (488)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)
Berita Terkini
- August 6, 2026
Implementasi Pendidikan Karakter di SMPN 24 Kota Tangerang Dimulai Sejak Siswa Tiba di Gerbang Sekolah
- August 6, 2026
Dua Pengedar Ditangkap, Polsek Kembangan 74 Ribu Obat Keras, Sabu Hingga Puluhan Vape Etomidate Diamankan
- August 6, 2026
Tine Lukouw: Masyarakat Diajak Pasang Bendera Merah Putih dan Jaga Kebersihan Lingkungan
- August 6, 2026
Bantuan Seragam Sekolah Sangat Membantu Keluarga Miskin Sederhana
- August 6, 2026
Program Revitalisasi SMK Kristen Kawangkoan Capai 60persen
- August 6, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



