Wartawan dan Media dalam Proyeksi “Normal Baru”
May 15, 2020- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, Banten – “DUNIA takkan pernah lagi sama setelah berakhirnya pandemi virus corona, bahkan bertahun-tahun ke depan,” kata wartawan Amerika Serikat spesialis kesehatan masyarakat yang memenangi Pulitzer Prize 1966, Laurie Garrett. Seperti dikutip CNN, Garrett menegaskan, mustahil membayangkan seperti apa nantinya masa depan itu. “Kita akan melihat empat, lima tahun dari sekarang, dan tidak ada satu aspek pun dari kehidupan kita yang tidak berubah,” tulisnya.
Sendi-sendi kehidupan, dalam praktik protokol berkegiatan saat ini, semuanya terdampak. Kita telah beradaptasi secara ekstrem dengan cara hidup baru. Bahkan setelah pandemi berlalu, sampai ditemukan vaksin yang dapat menetralisasi persebaran Covid-19, tatanan perilaku bakal berlanjut dengan cara hidup kita sekarang.
Lalu bagaimana nilai-nilai baru itu memengaruhi kehidupan wartawan dan media?
Mari kita simak hasil survei persepsi diri wartawan saat pandemi yang dilakukan oleh Center for Economic Development Study (CEDS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung. Dipaparkan, sebanyak 45,92 persen wartawan mengalami gejala depresi, sedangkan 57,14 persen mengalami kejenuhan umum.
Gejala depresi itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tenaga kesehatan (28 persen). Yang tetap keluar rumah untuk meliput berita lebih banyak mengalami gejala depresi dan memiliki peluang 1,65 kali ketimbang yang tinggal di rumah.
Gejalanya antara lain ketakutan, mudah terganggu dengan hal yang biasa, tidur gelisah, sulit memusatkan pikiran, merasa sendirian, dan berat untuk memulai sesuatu.
Adaptasi Praktik dan Bisnis Media
Adaptasi praktik jurnalistik dan bisnis media sudah dirasakan sangat menekan dalam setidak-tidaknya tiga bulan terakhir ini. Masih sulit membayangkan bagaimana bentuk “normal baru” yang harus ditempuh oleh pers nantinya.
Tak dapat dipungkiri, wartawan menjadi bagian dari elemen masyarakat yang terdampak oleh pandemi. Para pengelola media cetak sudah menjerit dengan menyiasati cash flow, alih-alih berinovasi tentang modifikasi persaingan aktualitas isi dengan media digital.
Media online sebagai “makhluk masa sekarang” juga mengalami kegamangan menegakkan performa bisnis. Semua platform media tergopoh-gopoh menyesuaikan diri.
Adaptasi yang harus ditempuh perusahaan media otomatis memukul kehidupan seseharian wartawannya.
Dampak terhadap kualitas produk jurnalistik memang tidak terasakan. Konsistensi media masih terjaga dalam memasok informasi. Mulai dari update pencegahan persebaran virus, kebijakan pemerintah di semua level, pendapat ilmiah pakar, prediksi kesehatan, sosial, dan ekonomi; kontrol terhadap bantuan sosial, juga panduan-panduan untuk aktivitas pribadi, peribadatan, dan pekerjaan dari rumah.
Di tengah peran mulia itu, pers mengarungi masalah yang sama dengan warga masyarakat yang terdampak. Bahwa Dewan Pers membuat Satgas Bekerlanjutan Media menunjukkan realitas tentang kerentanan “kesehatan” media. Kampanye untuk menyelamatkan sektor-sektor kehidupan wong cilik, UMKM, juga pers menunjukkan kegalauan tentang kondisi akut yang tak cukup hanya dipikirkan oleh masyarakat pers.
Dalam jangka panjang, kita masih sama-sama membayangkan bakal seperti apa “new normal” bagi wartawan dan media. Dominasi penggunaan teknologi informasi merupakan salah satu formulasi cara kerja wartawan, yang sebenarnya sudah terakrabi dalam kondisi sebelum pandemi, dan bakal makin masif di era “normal baru”.
Pada tingkat yang sangat teknis, misal bagaimana wartawan berakses dengan kantornya, protokol konferensi pers, wawancara khusus, indepth dan investigative reporting boleh jadi harus beradaptasi.
Nilai-nilai eksklusivitas sebagai pilar daya saing media membutuhkan kecakapan tersendiri dalam merancang, mengelola, dan menyajikan. Tentu dengan “wajah” baru.
Secara bisnis, recovery dalam jangka panjang bakal membentuk kepentingan link periklanan yang lebih selektif.
Perusahaan-perusahaan produk dan jasa, serta public relations instansi-instansi akan bergerak seirama dengan eksplorasi ide-ide baru yang dianggap efektif selama masa pandemi.
Para narasumber dalam pelayanan publik dan kehidupan masyarakat juga punya peluang berinovasi dan mengkreasi cara penyampaian informasi. Ide, program, dan kebijakan yang harus disampaikan kepada publik membutuhkan jaminan efektivitas dan bermagnet untuk terpublikasi dan tersosialisasi.
Kolaborasi dengan wartawan dan media, dalam format ini tentu menuntut paradigma baru. Adaptasi para kepala daerah — yang telah ber-mind set digital dan karib dengan aneka platform media sosial — ke “normal baru pers” akan menjadi lebih mulus. Mereka bisa menginovasi aneka aktivitas yang menjadi magnet untuk “dikerumuni laron-laron media”.
Adaptasi Jangka Pendek
Bagaimana dengan adaptasi jangka pendek?
Dinamika yang bergerak akan menguji seberapa kuat daya tahan media-media untuk menyesuaikan diri dalam performa bisnis. Bagi media bermodal besar, tentu masih bisa bertahan dengan segala pola adaptasinya. Lalu, yang bermodal cekak?
Biaya produksi, antara lain gaji awak perusahaan dan maintenance teknologi informasi, bergantung pada pendapatan kerja sama iklan produk, layanan masyarakat, advertorial, ucapan-ucapan selamat dll, juga pemberitaan, baik dengan perseorangan, perusahaan, maupun instansi.
Maka ketika semua elemen masyarakat harus beraaptasi, relasi itu pun harus tunduk pada hukum realitas “penyesuaian diri” pula.
Meminta intervensi “subsidi”otoritas-otoritas pemerintah bisa dinilai sebagai perilaku cengeng dan kehilangan kreativitas bisnis.
Kesannya bergantung pada “belas kasihan” negara/ daerah, dan membuat timpang posisi tawar. Akan tetapi kita juga berhak berpikir sebaliknya, bahwa pemerintah pun mutlak membutuhkan pers dalam kampanye melawan corona. Pada simbiosis mutualisme inilah kerja sama secara proporsional tetap patut dipertahankan.
Bukankah sejatinya pemerintah bersama media merupakan “satu tim” dalam menginspirasi masyarakat untuk menyukseskan protokol-protokol kesehatan yang mempercepat pemulihan keadaan?
Pemberitaan inspiratif merupakan keniscayaan. Pers bisa meng-agendasetting-kan dan mem-framing sajian yang berdaya tarik, mendidik, memberi arah, memandu, dan menjadi pencerah. Bukan berarti kolaborasi ini melemahkan sikap kritis dalam fungsi kontrol pers terhadap penyelenggaraan negara dan pemerintahan, melainkan sebagai format kesadaran bersama meraih kemaslahatan. Selalu ada poin dan momen kontrol, dan di balik ini seyogianya pemerintah juga sadar tentang posisi pers sebagai “teman kritis”.
Pertemuan asosiasi perusahaan media dan asosiasi perusahaan media dengan Dewan Pers, Kamis 14 Mei lalu menegaskan desakan kepada negara untuk mendorong insentif ekonomi, yakni mengalokasikan dana sosialisasi kebijakan, program, atau kampanye penanggulangan Covid-19 baik di tingkat pusat ataupun daerah untuk perusahaan pers.
Realitas inilah yang boleh jadi menjadi gambaran “new normal” wartawan dan media dalam jangka pendek pada saat dan pasca-pandemi. Yakni realitas bahwa dengan adaptasi formulasi bisnisnya “pers tetap hidup dan bertahan”.
Penulis : Fram
Editor : Ndre
Oleh : Amir Machmud NS, wartawan SUARABARU.ID dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- September 2026
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,238)
- Hukum & Kriminalitas (2,013)
- Internasional (30)
- Nasional (84,712)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (52)
- PENKOSTRAD (20,918)
- Olahraga (603)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (244)
- Peristiwa (497)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81 Berita Terkini
- September 11, 2026
Resmi, Kapolda Sulut Brigjen Pol Yudo Hermanto Terima Pataka “Maesa’an Waya” dari Irjen Pol Roycke Harry Langie
- September 11, 2026
Hangatnya Penyambutan Kapolda Sulut Brigjen Pol Yudo Hermanto, Lanjutkan Estafet Pengabdian
- September 10, 2026
Ciptakan Rasa Aman, Koramil 04/Jati Asih Perkuat Patroli Malam Bersama Polsek Jati Asih
- September 10, 2026
Koramil CBD Dan PDA Intensifkan Patroli, Antisipasi Tawuran dan Kenakalan Remaja
- September 10, 2026
TNI AL Gelar Apel Siaga Dan Tasyakuran Hari Jadi TNI AL Ke-81 Tahun 2026
- September 11, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



