Pengamat Terorisme: Penetapan Status Teroris Untuk KKB Adalah Langkah Tepat
May 1, 2021- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, Pengamat terorisme dari Departemen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Al Chaidar Abdurrahman Puteh mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah mengambil langkah yang tepat dengan mengkatagorikan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sebagai kelompok teroris.
“Iya, sudah tepat,” kata Chaidar, saat tersambung secara virtual dari Belanda. Kamis (29/4/2021).
Bahkan Chaidar mengatakan seharusnya penetapan status teroris kepada KKB itu dilakukan lebih awal atau sangat terlambat, karena pada tahun 2001 sudah ada sepak terjang KKB ini yang sebenarnya sama MIT di Poso, sama-sama sebagai terorisme tamkin yang merupakan terorisme teritorial dan organik. Organik karena berasal dari daerah tersebut, bersifat teritorial karena ingin membebaskan wilayah dengan cara-cara teror, pembunuhan terhadap sipil secara indiscriminate.
“Atau tahun 2017, 2018 atau ketika terjadinya penyerangan terhadap masyarakat sipil di Mapenduma, Nduga, Merauke, dan tempat-tempat lainnya,” katanya.
“Seharusnya pada saat itu sudah ditetapkan sebagai kelompok teroris, karena serangan secara diskriminan dilakukan KKB kepada masyarakat sipil. Itu adalah ciri khas teroris,” lanjutnya.
Menurut Chaidar, pelabelan teroris kepada KKB ini memiliki linguistic power terhadap para pendukungnya seperti LSM, beberapa komunitas internasional dan state actor tertentu. “Mereka ini pasti sangat takut dengan pelabelan ini dan tidak lagi mendukung, kerena ini gerakan yang memalukan untuk didukung dimana kerjanya membunuh rakyat sipil, membuat kekacauan, melakukan kriminal-kriminal, jadi tidak layak didukung,” ucapnya.
Chaidar juga menyampaikan bahwa sebenarnya beberapa negara yang mendukung gerakan ini beberapa tahun lalu telah menyadari KKB bukanlah freedom fighter tetapi gerakan teroris, karena freedom fighter tidak melakukan serangan terhadap kelompok sipil apalagi warga dan rakyatnya sendiri, dan juga tidak menuduh sebagai mata-mata atau yang lainnya.
“Mereka telah menyadari bahwa dukungan itu salah dan tidak boleh dilakukan,” katanya.
Terkait pro kontra atas pelabelan ini, maka Chaidar menyampaikan perlu adanya pelatihan bagi aparat keamanan di Papua secara terus menerus, langkah-langkah yang diambil dalam mengatasi terorisme itu terukur dan tidak melanggar HAM. Termasuk juga para aktivis kemanusiaan yang harus bersifat adil dan mengupgrade diri untuk memahami teori-teori terbaru terutama dari critical studies of terrorism sehingga dapat membedakan unlawful killing, terrorism, dan political valence.
Sementara itu, ditempat terpisah Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) dan Rektor Universitas Jenderal A.Yani, Hikmahanto Juwana dalam rilisnya Jumat (30/4/2021), menyampaikan hal senada bahwa yang telah dilakukan Pemerintah dengan menyatakan UU Terorisme diberlakukan di Papua adalah sudah tepat.
Menurutnya, dunia dan masyarakat internasional sangat bisa memahmi bila pemerintah memberlakukan UU Terorisme atas penggunaan kekerasan oleh pihak-pihak tertentu yang telah melawan pemerintah yang sah di Papua dan telah sampai pada penggunaan kekerasan yang mengarah pada terorisme.
“Masyarakat internasional akan memahami penggunaan kekerasan oleh pemerintah bukanlah justifikasi untuk bertindak secara represif di tanah Papua,” pungkasnya.
Editor : Ndre
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (2,002)
- Internasional (30)
- Nasional (84,331)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,812)
- Olahraga (602)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (243)
- Peristiwa (491)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 81 Berita Terkini
- August 19, 2026
Jaga Kamtibmas, Babinsa Bersama Komduk Patroli dan Komsos
- August 19, 2026
Baru Satu Periode Menjabat Sebagai Kaur Keuangan, Anak Kades Buaran Bambu Bisa Bangun Rumah Mewah
- August 19, 2026
DPRD Dorong Pemerataan Pembangunan hingga Wilayah Perkampungan
- August 19, 2026
Peleton Tangkas Brigif 3 Kostrad Uji Ketajaman Menembak dan Kekompakan Bela Diri
- August 19, 2026
Yonarmed 12 Kostrad Tanamkan Disiplin Sejak Dini melalui Latihan PBB di SMPN Dafala
- August 19, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



