Wartawan Tidak Bisa Menulis? Catatan Hendry Ch Bangun
December 6, 2021- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, Beberapa hari lalu saya berjumpa seorang kawan. Dia memimpin media online. Dia mengeluhkan kualitas wartawan sekarang, termasuk di media yang dia pimpin, karena kemampuan menulis yang buruk.
“Pernah saya tegur, eh kok tulisanmu ini nggak jalan. Coba tulis ulang,” katanya menjelaskan suatu kejadian. Tapi apa kata si wartawan?
“Tolonglah Pak Pemred. Betul kan supaya bagus,” kata teman saya, mengulang dialog dia dengan wartawannya itu.
“Eh itu bukan pekerjaan saya. Sana kau mita tolong sama editormu,” balasnya.
Saya tersenyum saja mendengar ceritanya itu.
Saya mengingat-ingat dulu ketika baru menjadi wartawan, melihat wajah Pemred saja sudah deg-degan, mana berani pula minta tolong Boss memperbaiki tulisan. Waktu menyetor hasil ketikan berita sehabis meliput saja, saya duduk diam menunggu coret-coretan redaktur. Tidak banyak cingcong. Kalau langsung lolos, senang hati rasanya. Kalau ada coretan sedikit, diperbaiki, sesuai permintaan. Kalau dibuang ke tong sampah, ketik lagi dari awal (meski saya tidak pernah mengalaminya).
Bertahun-tahun menulis berita, makin lama berita yang kita buat akan semakin baik. Ditambah dengan membaca berita dari kantor berita asing, baca koran asing yang dilanggani koran tempat kita bekerja, membaca berita dari senior-senior yang hebat, akhirnya seorang wartawan muda akan menemukan jati dirinya.
Dia lalu mempunyai ciri sendiri, yang bisa jadi kelak akan membentuk dirinya menjadi wartawan yang diakui pula.
Semua itu merupakan proses pematangan yang tidak ada jalan pintasnya. Belajar dan belajar, itu saja. Tentu bagus kalau ada pelatihan formal, tetapi yang biasanya terjadi adalah learning by doing.
Tidak malu bertanya pada ahlinya. Bermula dari mencontoh, lama-lama akan menguasai bidangnya.
Beruntung mereka yang sebelum menjadi wartawan mendapatkan pelatihan dari medianya, ada proses seleksi yang mengukur
kemampuan untuk memahami profesinya mulai dari sisi ketrampilan, pengetahuan, maupun wawasan.
Tetapi di masa sulit sekarang ini, mungkin hanya sebagian kecil saja perusahaan media yang masih mempertahankan pendidikan dan pelatihan bagi calon wartawan. Sisanya sama sekali tidak atau mungkin sekadar orientasi kerja selama satu-dua hari. ***
Teman saya yang mengeluh tadi mengatakan, proses rekrutmen cenderung tidak mengikuti pola yang terjadi di perusahaan pada umumnya. Rekrutmen dilakukan perusahaan tanpa konsultasi dengan redaksi.
Siapa yang berminat, setelah ada petunjuk sedikit, langsung disuruh bekerja. Yang utama adalah apabila dia mampu memberikan kontribusi ke medianya.
Kalau wartawan cetak, maka dia akan segera diterima apabila bisa mencari pelanggan—atau laku menjual koran—dengan jumlah tertentu. Kalau media siber akan dianggap bagus apabila memiliki relasi dengan pejabat di kantor pemerintahan daerah sehingga mau memasang iklan atau advertorial.
Apabila calon wartawan baru itu dapat memberi keuntungan bagi perusahaan maka kedudukan mereka menjadi istimewa, kadang bagi Boss Besar, dia lebih dihargai dibanding pimpinan struktural di redaksi.
Kalaupun dia tidak cakap menulis berita, maka laporannya bisa digarap oleh redaktur agar layak siar. Dalam satu kasus yang saya temui, reporter ini mengaku dia hanya menyampaikan via telpon acara yang dia ikuti, kemudian beritanya dibuatkan sekretaris redaksi atau redaktur. Maka tidak heran ketika mengikuti Uji Kompetensi Wartawan, di mata uji menulis berita, sampai berakhir waktu reporter itu hanya bisa menulis tidak sampai empat baris!
“Tolonglah, Pak. Bantu saya biar lulus,” ujar lelaki berumur sekitar 50 tahun itu dengan wajah memelas. Dia koresponden sebuah media cetak terbit di Jakarta.
“Ya tidak mungkin, Pak. Dengan bukti tulisan seperti ini, kalau saya luluskan maka saya yang akan dipecat sebagai penguji,” begitu saya jawab.
bulan untuk memperbaiki komposisi konten. Jika tidak tercapai, dengan sendirinya media itu tidak akan terverifikasi faktual.
Sebagai media lokal, manajemen redaksi didorong untuk membuat liputan setempat agar semua potensi yang ada tergali, untuk memberi dorongan dan motivasi. Ada banyak prestasi entah di bidang pendidikan, wisata, kesenian, pertanian, olahraga, dsb.
Ada banyak tokoh-tokoh, teladan, yang kalau diekspos dapat memberi inspirasi bagi warga masyarakat lain untuk menirunya.
Tetapi kebanyakan malah asyik menunggu berita datang.
Duduk-duduk di kantor sampai masuk email dari humas instansi, sekaligus fotonya, tinggal upload atau dimuat di koran. Lama kelamaan wartawan ini hanya akan menjadi corong saja.
Lupa pada tugas dan profesinya untuk mengabdi pada kepentingan publik, menyediakan informasi yang dibutuhkan, untuk menjalankan kontrol sosial.
Karena sudah menjadi penyakit, tidak mudah memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Harus diakui pula penyebabnya adalah karena petugas Humas di instansi umumnya telah mampu membuat rilis berita yang “siap muat”, sudah mengandung 5W1H, lead-nya menarik, sering disertai data, dan foto.
Ini dikarenakan mereka sudah banyak ikut pelatihan, dan bidang humas kerap dipimpin oleh mereka yang pernah menjadi wartawan dengan track record bagus. ***
Kalau dibuat sensus, bisa jadi Indonesia memiliki “wartawan” terbanyak di dunia, perkiraan jumlahnya di atas 100.000 orang, meskipun dalam catatan Dewan Pers mereka yang telah memiliki nomor identitas (sertifikat) kompetensi tidak lebih dari 18.000 orang.
Demikian juga jumlah media, kita pasti juara dibanding dengan negara lain. Disebut-sebut jumlah media di Tanah Air 40.000an meski yang terverifikasi (faktual dan administrasi) baru 1700-an, dan yang sudah punya akun dan proses mendaftar sekitar 13.000-an.
Kalau hanya menang jumlah tapi kualitasnya buruk, tentu ini tidak perlu untuk dibangga-banggakan. Wartawan, ya seharusnya tidak hanya terampil membuat berita, tulisannya harus merupakan hasil olah bahasa yang mencerminkan pengetahuan dan intelektualisme. Media ya semestinya tidak hanya asal penuh dengan informasi, tetapi
masyarakatnya, dan menjadi kontrol atas penyelenggaraan negara dan agenda swasta.
Bisa kah itu tercapai? Tergantung dari kita semua para pemangku kepentingan pers khususnya masyarakat pers itu sendiri. Kalau dianggap masalah penting, mari kita perbaiki mulai dari diri masing-masing. Organisasi wartawan membenahi kemampuan dan kapasitas anggotanya, organisasi perusahaan pers memperbaiki kinerja anggotanya, sebagai contoh. Lalu Negara dan masyarakat membantu sesuai kapasitas dan perannya.
Sulit dan perlu waktu memang.
Ciputat, 5 Desember 2021.
Editor : Ndre
Sumber : Rls
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (2,001)
- Internasional (30)
- Nasional (84,221)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,787)
- Olahraga (601)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (242)
- Peristiwa (489)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (909)
Berita Terkini
- August 14, 2026
Patroli Malam Sinergis, Koramil 01/Kranji dan Aparat Keamanan Pastikan Wilayah Tetap Kondusif
- August 13, 2026
Patroli Jalan Kaki dan Berkendaraan, Kodim 0506/Tgr Perkuat Keamanan Wilayah
- August 13, 2026
Prajurit TNI AL Dari Yonf 2 Marinir Bersama Pemuda Komopa Kibarkan Merah Putih Sambut HUT KE-81 RI
- August 13, 2026
Koramil 01/Tangerang Dukung Peresmian 3.300 Jembatan TNI-Polri Nasional
- August 13, 2026
Alvian Mokalu: Apresiasi Siswa Guru PKK dan Hukumtua Antusiasme Ikuti Semarak Lomba Gerak Jalan Tompaso Barat
- August 14, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



