Kejati Sulut Perkuat Komunikasi Dengan Insan Pers Melalui Kopi Pagi

Spread the love

Jurnalline.com, MANADO – Keterbukaan komunikasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun pemahaman yang sama antara institusi penegak hukum, media, dan masyarakat.

 

Semangat tersebut diwujudkan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara melalui kegiatan Kopi Pagi bersama Forum Pers Adhyaksa, yang menjadi ruang komunikasi sekaligus diskusi antara jajaran Kejati Sulut dan insan pers.

 

Kegiatan tersebut dipimpin Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Eri Yudianto, S.H., M.H., didampingi Kasi Penkum Irvan Bilaleya, S.H.

 

Dalam suasana yang santai namun tetap konstruktif, para peserta bertukar informasi, membahas perkembangan berbagai isu, sekaligus memperkuat komunikasi terkait tugas dan pelayanan Kejaksaan kepada masyarakat.

 

Bagi Kejati Sulut, komunikasi yang terbuka dengan media menjadi bagian penting dalam memastikan informasi yang diterima publik memiliki konteks yang jelas dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

 

Pada kesempatan tersebut, Asintel Kejati Sulut juga memberikan klarifikasi mengenai isu yang berkembang di masyarakat terkait pelantikan Kasubsi di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

 

Penjelasan tersebut diberikan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh kepada rekan-rekan media, sehingga informasi yang kemudian disampaikan kepada masyarakat dapat berlandaskan fakta dan informasi yang jelas.

 

Kehadiran media dalam ruang komunikasi seperti ini dinilai memiliki arti penting. Pers tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi antara institusi pemerintah dan masyarakat.

 

Karena itu, melalui Kopi Pagi bersama Forum Pers Adhyaksa, Kejati Sulut terus mendorong terbangunnya komunikasi yang terbuka, konstruktif, dan bertanggung jawab dengan insan pers.

 

Dengan komunikasi yang baik, setiap informasi dapat disampaikan secara lebih tepat, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan tugas dan pelayanan Kejaksaan.

 

Sebab, komunikasi yang baik bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi memastikan fakta, konteks, dan penjelasan yang diperlukan masyarakat tidak terlewat di tengah derasnya arus informasi. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.