Kumtua Pinabetengan Utara Hendra Tandaju: Masyarakat Mulai Rasakan Dampak El Niño

Spread the love

Jurnalline.com, Minahasa — Dampak musim kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat Desa Pinabetengan Utara, Kecamatan Tompaso Barat.

 

Kondisi tersebut turut berdampak pada ketersediaan air serta aktivitas masyarakat, khususnya warga yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian dan perkebunan.

 

Kumtua Pinabetengan Utara, Hendra Tandaju, mengatakan musim kemarau panjang yang berlangsung sejak Juli hingga akhir September 2026 perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap kehidupan masyarakat.

 

Menurutnya, kondisi tersebut antara lain berpotensi menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya aktivitas pertanian, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

 

“Dampak musim kemarau panjang antara lain krisis air bersih, ancaman gagal tanam maupun gagal panen di sektor pertanian, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujar Hendra.

 

Ia berharap masyarakat tetap bersabar, berusaha, dan terus berdoa agar hujan segera turun sehingga kondisi lahan kembali mendukung aktivitas pertanian dan perkebunan.

 

“Hampir tiga bulan kita merasakan dampak musim kemarau panjang sejak Juli hingga akhir September ini. Kami berharap masyarakat tetap berusaha dan berdoa, kiranya hujan segera turun sehingga para petani dapat kembali bertani dan berkebun,” katanya.

 

Hendra menjelaskan, kemarau panjang dapat memberikan dampak terhadap beberapa sektor penting. Salah satunya adalah ketersediaan air bersih dan sanitasi.

 

Menurunnya debit sumber air, sumur warga maupun aliran sungai dapat menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi kebersihan dan kesehatan lingkungan.

 

Dampak berikutnya dirasakan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Minimnya ketersediaan air dapat menghambat aktivitas bercocok tanam, menyebabkan lahan mengering dan mengganggu pertumbuhan tanaman pangan maupun hortikultura.

 

Jika kondisi berlangsung cukup lama, tanaman berisiko mengalami kekeringan bahkan mati sebelum memasuki masa panen. Hal ini tentunya dapat memengaruhi produktivitas petani serta ketersediaan pangan masyarakat.

 

Selain itu, musim kemarau panjang juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi lingkungan yang kering membuat material yang mudah terbakar lebih rentan terhadap api.

 

Karena itu, Pemerintah Desa Pinabetengan Utara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.

 

“Masyarakat kami imbau untuk mewaspadai potensi kebakaran dan tidak membakar sembarangan. Kami juga mengingatkan warga untuk memperhatikan keamanan instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah, terutama ketika hendak meninggalkan rumah,” tegas Hendra.

 

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah desa juga berupaya membantu meringankan beban masyarakat melalui berbagai program bantuan. Salah satunya adalah bantuan pangan berupa beras dari Bulog.

 

“Lewat bantuan beras pangan Bulog serta program bantuan lainnya, kami berharap hal ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dalam menghadapi kondisi saat ini,” tandasnya.

(EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.