Sprint 70 Meter Groom, Penutup Spektakuler Sulut Derby 2026: Bukan Hanya Kuda yang Harus Cepat, Groom Pun Unjuk Kecepatan

Spread the love

Jurnalline.com, Tompaso — Kemeriahan Sulut Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tumotowa Tompaso tidak berhenti pada derap kuda di lintasan. Setelah rangkaian race kuda pacu dan Pacuan Bendi Kalaper, penonton kembali disuguhkan atraksi berbeda melalui Sprint 70 Meter Groom, yang menghadirkan persaingan cepat dan penuh semangat.

 

Sebanyak 12 groom turun langsung ke lintasan. Mereka yang selama ini berada di balik kesuksesan para kuda pacu, mulai dari merawat, melatih, mempersiapkan hingga mendampingi kuda sebelum dan sesudah berlaga, kali ini mendapat kesempatan untuk menjadi pusat perhatian.

 

Pesan yang muncul sederhana namun kuat: bukan hanya kuda yang harus cepat, groom juga harus menunjukkan kecepatannya.

 

Sekretaris Panitia Derby 2026, Wanly Lempoy, A.Md.Ak, yang juga Hukumtua Desa Pinabetengan Selatan, mengatakan Sprint 70 Meter Groom menjadi salah satu bagian menarik dalam rangkaian penutupan kegiatan.

 

Menurutnya, kehadiran lomba tersebut memberikan warna tersendiri setelah penonton menyaksikan ketegangan berbagai kelas pacuan kuda.

“Selain race kuda pacu dan Bendi Kalaper, kita tambahkan Sprint 70 Meter Groom. Ini menjadi tontonan menarik sekaligus memberikan ruang bagi para groom untuk menunjukkan kemampuan mereka,” ujar Wanly Sabtu, (26/9/2026).

 

Ia menilai para groom selama ini memiliki peran penting dalam dunia pacuan kuda. Mereka bekerja jauh dari sorotan, tetapi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesiapan seekor kuda sebelum memasuki lintasan.

 

Karena itu, Sprint 70 Meter bukan sekadar lomba tambahan. Ajang tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus hiburan bagi para groom yang telah memberikan tenaga dan waktu dalam mendukung setiap pertandingan.

 

70 meter. 12 petarung. Satu juara.

Namun, yang dipertaruhkan bukan hanya soal siapa yang lebih dahulu menyentuh garis finis.

Ada nyali, kecepatan, konsentrasi dan semangat juang yang ikut diuji dalam lintasan pendek tersebut.

 

Sorak-sorai penonton pun pecah ketika para groom mengambil posisi. Jika sebelumnya perhatian tertuju pada kuda dan joki, kali ini para pekerja di balik layar tersebut menjadi pusat tontonan.

 

Bagi para groom, kesempatan turun langsung dalam Sprint 70 Meter memberikan pengalaman berbeda. Mereka tidak lagi sekadar berdiri di sisi lintasan atau mendampingi kuda, tetapi harus mengandalkan kemampuan sendiri untuk berlari secepat mungkin hingga garis finis.

 

Wanly juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Derby 2026 sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan aman.

Ia mengapresiasi para peserta, pemilik stable, joki, groom, panitia, sponsor, serta jajaran TNI dan Polri yang ikut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

 

“Terima kasih kepada seluruh peserta, pemilik stable, joki, groom, panitia, sponsor, serta TNI dan Polri yang telah mendukung kegiatan ini. Walaupun hadiah dalam kegiatan ini tidak terlalu besar, semangat peserta dan dukungan berbagai pihak membuat Derby 2026 tetap berlangsung meriah,” kata Wanly.

 

Khusus Sprint 70 Meter Groom, panitia juga menyiapkan hadiah spesial dari sponsor sebagai bentuk penghargaan terhadap antusiasme para peserta.

Bagi panitia, hadiah bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

 

Yang lebih penting adalah bagaimana kegiatan tersebut mampu menghadirkan suasana kebersamaan, sportivitas dan hiburan bagi masyarakat yang memadati Gelanggang Pacuan Kuda Tumotowa Tompaso.

 

Ribuan penonton yang memenuhi area tribun menjadi gambaran bahwa olahraga pacuan kuda masih memiliki daya tarik kuat di Sulawesi Utara.

 

Sulut Derby 2026 akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita tentang kuda tercepat dan joki terbaik. Ajang ini juga memberi panggung kepada mereka yang selama ini bekerja di balik layar.

 

Para groom sudah terbiasa menyiapkan sang juara. Kali ini, mereka sendiri yang bertarung mengejar garis finis.

Dan di lintasan sepanjang 70 meter itu, mereka membuktikan satu hal:

Kecepatan bukan hanya milik kuda. Semangat juang juga ada pada mereka yang selama ini berdiri di belakangnya. (EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.