Tompaso Bergemuruh, Sulut Derby 2026 Buktikan Pacuan Kuda Punya Masa Depan

Spread the love

Jurnalline.com, Tompaso — Derap kuda di Gelanggang Pacuan Kuda Tumotowa Tompaso akhirnya berhenti. Namun, semangat masyarakat terhadap Sulut Derby 2026 belum berakhir.
Digelar Sabtu (26/9/2026) dalam rangkaian HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, ajang ini mempertemukan 58 kuda dari enam kontingen, yakni Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Gorontalo.

Sejak pagi, masyarakat memadati kawasan pacuan. Berdasarkan pantauan penyelenggara, jumlah pengunjung sepanjang kegiatan mencapai puluhan ribu orang. Mereka tidak sekadar menyaksikan perlombaan, tetapi menikmati tradisi olahraga yang masih kuat di tengah masyarakat Sulawesi Utara.

Lebih dari sekadar pertandingan, Sulut Derby menunjukkan bahwa pacuan kuda memiliki dampak ekonomi yang luas. UMKM mendapat pasar, transportasi dan akomodasi bergerak, sementara peternak, pemilik kuda, stable, pelatih, joki dan pekerja lainnya ikut menggerakkan ekosistem olahraga berkuda.

Karena itu, keberhasilan Sulut Derby 2026 tidak cukup diukur dari siapa yang menjadi juara. Keramaian Tompaso memperlihatkan bahwa pacuan kuda memiliki basis masyarakat dan potensi menjadi bagian dari sport tourism Sulawesi Utara.
Arah tersebut sebelumnya telah mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Pada Januari 2026, saat menghadiri New Year Cup di Tompaso, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling, S.E. menyoroti nilai historis kawasan pacuan kuda Tumotowa yang disebut berkembang sejak era 1930-an.

Gubernur juga menyampaikan komitmen untuk mendorong Tompaso menjadi salah satu pusat pacuan kuda bergengsi, dengan orientasi hingga tingkat nasional.

Komitmen itu berlanjut pada Juni 2026 ketika Gubernur kembali meninjau kegiatan pacuan dan kesiapan Sulawesi Utara menuju Kejurnas. Pembenahan fasilitas dan sarana pendukung dinilai penting agar kompetisi berkuda di Sulut dapat berkembang ke level yang lebih tinggi.

Sulut Derby 2026 membuktikan modal dasarnya sudah tersedia: masyarakat antusias, komunitas hidup, stable dan kuda tersedia, serta prestasi terus berkembang.

Tantangannya kini adalah menyatukan seluruh potensi tersebut melalui sinergi Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, PORDASI, peternak, pemilik kuda, stable, joki, komunitas, UMKM, pelaku pariwisata, BUMN/BUMD, dunia usaha, media dan sponsor.

Tompaso perlu dikembangkan bukan hanya sebagai lokasi perlombaan, tetapi sebagai ekosistem olahraga dan sport tourism. Kalender pertandingan yang konsisten, kompetisi berkualitas, infrastruktur memadai, promosi yang kuat dan dukungan sponsor akan membuka peluang lebih besar bagi prestasi sekaligus ekonomi masyarakat.

>_Buktikan Pacuan Kuda Punya Masa Depan
58 Kuda, 6 Kontingen, Puluhan Ribu Penonton: Sulut Derby 2026 Tinggalkan Pesan Besar.

Benang merah Sulut Derby 2026 sederhana: tradisi harus naik kelas menjadi prestasi, prestasi menjadi daya tarik, dan daya tarik memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, PORDASI, panitia, TNI/Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, petugas lapangan, pemilik kuda, stable, pelatih, joki, sponsor, UMKM, media, komunitas serta seluruh masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan.

Kini Sulut Derby 2026 telah selesai. Tetapi pekerjaan berikutnya justru dimulai.
Visi menjadikan Tompaso sebagai salah satu pusat olahraga berkuda yang diperhitungkan perlu terus didukung dan dikembangkan secara bersama-sama.

Suatu saat, ukuran keberhasilannya bukan hanya berapa banyak masyarakat Sulawesi Utara datang menonton, tetapi berapa banyak orang dari luar Sulawesi Utara yang sengaja datang ke Tompaso untuk menyaksikan pacuan kuda.

Ketika itu terwujud, pacuan kuda bukan lagi sekadar pertandingan. Ia menjadi prestasi, pariwisata, penggerak ekonomi dan bagian dari identitas kebanggaan Sulawesi Utara.
Sulut Derby 2026 telah berakhir. Tetapi derap menuju masa depan pacuan kuda Sulawesi Utara baru dimulai.
Satu Komando — Petarung!

Peliputan/Redaksi: EffendyIskandar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.