Ziarah TMP Kalibata, Pemprov Sulut Teguhkan Penghormatan kepada Para Pendahulu

Spread the love

Jurnalline.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, Jumat (18/9/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay memimpin langsung kegiatan tersebut. Keduanya didampingi sejumlah kepala perangkat daerah serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara.

 

Ziarah ini tidak hanya menjadi agenda penghormatan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi jajaran pemerintahan daerah untuk menelusuri kembali perjalanan panjang Sulawesi Utara.

 

Di balik berbagai capaian pembangunan yang dinikmati masyarakat saat ini, terdapat kontribusi, pengabdian, serta kerja keras para pemimpin dan tokoh daerah pada masa sebelumnya.

 

Dalam rangkaian penghormatan tersebut, Pemprov Sulut memberikan perhatian khusus kepada empat mantan Gubernur Sulawesi Utara yang dimakamkan di TMP Kalibata, yakni F.J. Tumbelaka, A.A. Baramuli, G.H. Mantik, dan Willy Lasut.

 

Keempat tokoh tersebut merupakan bagian dari sejarah perjalanan pemerintahan Sulawesi Utara. Kepemimpinan mereka berlangsung pada periode yang berbeda dengan tantangan masing-masing, namun seluruhnya menjadi bagian dari mata rantai perjalanan daerah yang turut membentuk Sulawesi Utara hingga seperti sekarang.

 

Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa ziarah tersebut tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial.

 

Menurutnya, penghormatan kepada para pendahulu merupakan bentuk kesadaran sejarah sekaligus pengingat bagi generasi pemerintahan saat ini agar pembangunan terus dilaksanakan dengan semangat pengabdian.

 

“Ini adalah cara kita untuk tidak melupakan sejarah. Fondasi yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan dan kerja keras para pemimpin sebelum kita,” kata Gubernur Yulius.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah pada hakikatnya merupakan sebuah proses yang berkesinambungan.

 

Setiap pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk menjaga capaian yang telah diwariskan, memperbaiki kekurangan yang masih ada, sekaligus menghadirkan terobosan sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

 

Karena itu, mengenang para pendahulu tidak berarti hanya melihat masa lalu, tetapi juga mengambil nilai-nilai pengabdian sebagai pijakan untuk menjalankan tugas pemerintahan saat ini.

 

Semangat tersebut menjadi penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan Sulawesi Utara, baik di bidang ekonomi, sosial, pelayanan publik, infrastruktur, maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Bagi Pemprov Sulut, momentum HUT ke-62 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa kemajuan daerah membutuhkan kesinambungan kepemimpinan, kebersamaan, serta kolaborasi lintas sektor.

 

Ziarah di TMP Kalibata pun menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat bahwa perjalanan Sulawesi Utara dibangun melalui kontribusi banyak generasi.

 

Tugas pemerintahan hari ini adalah meneruskan estafet tersebut dengan kerja nyata, menjaga persatuan, dan memastikan pembangunan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

Dengan semangat menghargai sejarah dan jasa para pendahulu, jajaran Pemprov Sulut diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan menuju Sulawesi Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.

(EffendyIskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.