HUT KE-598 MINAHASA SUKSESKAN BERBAGAI KEGIATAN HINGGA ACARA PUNCAK PERAYAAN

Spread the love

Minahasa, Jurnalline.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-598 Kabupaten Minahasa pada 5 November 2026, Pemerintah Kabupaten Minahasa menggelar berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, pelajar, komunitas, serta berbagai elemen budaya.

 

Beragam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi daerah, tetapi juga sebagai momentum untuk mempererat persatuan, melestarikan budaya, mempromosikan potensi pariwisata, serta membangkitkan semangat kebersamaan masyarakat Minahasa.

 

Rangkaian Kegiatan HUT ke-598 Minahasa

Sejumlah kegiatan telah dan sedang dilaksanakan dalam menyambut hari bersejarah bagi Tanah Minahasa, di antaranya:

 

1. Ziarah ke Makam Mantan Pemimpin Daerah

 

Kegiatan ziarah dilaksanakan pada Senin, 2 November 2026, oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga kelompok yang masing-masing dipimpin oleh Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, Wakil Bupati Vanda Sarundajang, S.S., MAP, dan Sekretaris Daerah Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si.

 

Ziarah dilakukan di sejumlah wilayah, meliputi Minahasa, Tomohon, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara, dan Manado, sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para mantan pemimpin daerah.

 

2. Lomba Memancing Ikan

Lomba memancing ikan dipusatkan di kawasan Benteng Moraya, Tondano. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan potensi wisata Danau Tondano sebagai salah satu kebanggaan Kabupaten Minahasa.

 

3. Karnaval Budaya dan Pagelaran Seni

Kawasan Benteng Moraya, Tondano, menjadi pusat pelaksanaan karnaval budaya dan pagelaran seni.

 

Kegiatan tersebut secara resmi dilepas oleh Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, dengan melibatkan peserta dari kalangan pelajar tingkat SD dan SMP serta berbagai organisasi masyarakat adat.

 

Kegiatan ini menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan budaya, kesenian, dan keberagaman tradisi yang diwariskan oleh para leluhur Minahasa.

 

4. Berbagai Kegiatan Hiburan dan Olahraga

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 3–5 November 2026 turut diisi dengan karnaval budaya, pagelaran seni, parade zumba, dan line dance.

 

Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat menghadirkan suasana perayaan yang meriah sekaligus melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

 

5. Puncak Perayaan Toudano Music Fest 2

Sebagai bagian dari kemeriahan perayaan HUT ke-598 Minahasa, acara puncak turut dimeriahkan melalui Toudano Music Fest 2 yang menghadirkan sekitar 50 band lokal.

 

Kegiatan musik tersebut dipusatkan di Lapangan Samrat, Tondano, sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas, bakat, dan perkembangan musisi lokal Minahasa.

 

Lokasi Utama Perayaan

Sejumlah lokasi menjadi pusat pelaksanaan rangkaian kegiatan HUT ke-598 Kabupaten Minahasa, yakni kawasan Benteng Moraya serta Lapangan Samrat/Taman God Bless Minahasa di Tondano.

 

Kepemimpinan Kabupaten Minahasa

Kabupaten Minahasa saat ini dipimpin oleh:

Bupati: Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP.

Wakil Bupati: Vanda Sarundajang, S.S., MAP.

Sekretaris Daerah: Dr. Lynda D. Watania, MM., M.Si.

 

Menelusuri Sejarah Panjang Tanah Minahasa

 

Peringatan HUT ke-598 Kabupaten Minahasa juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang sejarah Tanah Minahasa, mulai dari masa prasejarah, kisah asal-usul leluhur, masa kolonial, hingga terbentuknya pemerintahan daerah modern di Provinsi Sulawesi Utara.

 

1. Masa Prasejarah dan Asal-Usul Leluhur

Sejarah masyarakat Minahasa tidak terlepas dari migrasi bangsa Austronesia yang diperkirakan berlangsung ribuan tahun lalu. Dalam tradisi lisan masyarakat Minahasa, asal-usul leluhur juga dikenal melalui kisah Toar dan Lumimuut.

 

Nama Minahasa sendiri berkaitan dengan istilah Minaesa atau Mahasa yang memiliki makna persatuan atau menjadi satu.

 

Semangat persatuan tersebut tercermin dalam sejarah musyawarah berbagai kelompok masyarakat leluhur yang dikaitkan dengan situs Watu Pinawetengan.

 

2. Masa Klasik dan Pembagian Pakasa’an (Walak)

 

Pada masa lampau, wilayah Minahasa dikenal dengan sebutan Malesung. Masyarakatnya terdiri atas sejumlah kelompok etnis dan pakasa’an, antara lain Tombulu, Tondano, Tonsea, Tontemboan, Bantik, Pasan/Ratahan, Ponosakan, dan Tonsawang.

 

Dalam perjalanan sejarahnya, masyarakat Minahasa mengalami berbagai dinamika sosial dan politik, termasuk konflik wilayah dengan Kerajaan Bolaang Mongondow pada 1693 serta perjanjian batas wilayah dengan pihak VOC pada 1694.

 

3. Masa Kolonial Portugis, Spanyol, dan Belanda

 

Kehadiran bangsa Eropa di wilayah Minahasa dimulai sejak abad ke-16, melalui pengaruh Portugis dan Spanyol, yang kemudian disusul oleh dominasi VOC dan pemerintahan kolonial Belanda.

Nama Minahasa semakin dikenal secara administratif melalui laporan Residen J.D. Schierstein pada 8 Oktober 1789.

 

Memasuki abad ke-19, sejarah Minahasa juga diwarnai berbagai perlawanan rakyat, termasuk Perang Tondano, serta kebijakan ekonomi kolonial seperti kewajiban penanaman kopi.

 

Pada 1919, dibentuk lembaga perwakilan daerah yang dikenal dengan nama Minahasaraad.

 

4. Masa Kemerdekaan hingga Sekarang

Setelah Indonesia merdeka, Tanah Minahasa menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Dalam perjalanan sejarahnya, wilayah ini juga mengalami pergolakan politik melalui peristiwa Permesta pada rentang 1957–1961, yang dilatarbelakangi ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah pusat dan persoalan otonomi daerah.

 

Hingga saat ini, Minahasa tetap dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan sejarah, adat istiadat, budaya, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun.

 

Falsafah hidup masyarakat Minahasa, seperti Mapalus dan Sitou Timou Tumou Tou, menjadi bagian penting dalam membangun semangat kebersamaan, gotong royong, dan penghargaan terhadap sesama manusia.

 

Ucapan Selamat HUT ke-598 Kabupaten Minahasa

 

Atas nama Pimpinan dan seluruh Staf Redaksi PT Jurnalline Cyber Media, kami mengucapkan:

 

SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE-598 KABUPATEN MINAHASA

5 November 2026

 

Semoga di usia yang ke-598 tahun, Kabupaten Minahasa semakin maju, berdaya saing, berdaulat, adil, dan sejahtera.

 

Kiranya semangat persatuan, kebersamaan, serta nilai-nilai luhur budaya Minahasa terus menjadi landasan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

 

Minahasa Maju, Masyarakat Sejahtera!

 

(Effendy Iskandar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.