Anggota Persit Koorcab Korem 064/MY PD III/ Siliwangi Kunjungi Pengrajin Songket Baduy

Spread the love

Jurnalline.com, KAB. LEBAK (BANTEN) – Baduy salah satu sebutan yang melekat pada orang – orang yang tinggal di sekitar kaki Pegunungan Kendeng di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Seni tenun sebagai seni kriya kewanitaan, sebagaimana yang diungkapkan oleh Koentjaraningrat (1985:16), bahwa kegiatan menenun merupakan warisan keterampilan turun temurun serta garis penghubung antar generasi yang sampai saat ini masih tetap dipertahankan di beberapa tempat terutama di daerah pedesaan. Bahkan di beberapa daerah, keterampilan menenun adalah suatu kewajiban adat istiadat yang menunjukkan salah suatu ukuran feminin bagi seorang wanita.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Korem 064/MY PD III/Siliwangi Ny. Antik Ito Hediarto yang diwakili oleh ibu – ibu Persit kembali mengunjungi pengrajin tenun songket Baduy. Kunjungan kali ini untuk menggali informasi tentang pembuatan songket ataupun kain tenun hasil kerajinan tangan masyarakat Baduy, Rabu (31/01)

“Kedatangan para ibu – ibu Persit untuk masyarakat Baduy ini, kami sambut dengan antusias dan baik, merupakan hal yang positif dalam segi ekonomi, banyak yang belanja atau beli, sehingga membuat omzet naik,” ujar Kepala Desa Kanekes, Saija

Kunjungan ini merupakan hal yang bisa dijadikan suatu pengalaman yang bermanfaat, dengan kehadiran ibu – ibu Persit ke Baduy merupakan pengalaman yang menyenangkan, dengan melihat secara langsung sekiranya dapat mengajarkan cara membuat kain tenun songket Baduy.

“Harapannya adalah ingin adanya pelatihan untuk mengembangkan hasil tenun dengan motif awaadu mancung yang penuh dengan warna alam karena selama ini belum ada yang membuat dan dapat menyalurkan benang sutera. Sedang untuk pembuatan satu kain songket Baduy dapat diselesaikan dalam waktu dua hari bahkan satu minggu tergantung ukuran. Untuk bahannya dalam hal ini benang, bisa dibeli di toko atau warung terdekat.
Harapan lainnya pembeli bertambah, sehingga penghasilan bertambah pula,” tutur salah satu pengrajin tenun Baduy, bernama Rawi

“Saya dan masyarakat disini (red- para pengrajin) merasa sangat senang dan hati gembira, dengan kedatangan ibu – ibu Persit,” tambah, Kepala Desa Kanekes, Saija.

(Ags/ Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.