Debat Kandidat Calon Bupati Dan Wakil Bupati Banyuasin

Spread the love

Jurnalline.com, Banyuasin (Sumsel) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Banyuasin menggelar debat publik kedua Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati di Graha Sedulang Setudung (GSS) Komplek Perkantoran Pangkalan Balai. Debat Publik tersebut dipimpin Pembawa acara TVRI Sumsel, Ita Husni.

Dalam debat tersebut, meski massa pendukung masing – masing paslon berkumpul dalam satu ruangan, tidak terjadi keributan dan saling hujat antara pasangan calon. Sehingga debat berjalan aman dan kondusif.

Hadir dalam acara tersebut Ketua KPUD Banyuasin Dahri S.Ag, dan komisioer, Ketua Panwaslu Banyuasin Iswadi S.Pd dan anggota Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S.IK, Kajari Banyuasin LA Kamis dan 5 paslon beserta tim pendukung masing-masing paslon.

Dalam debat setiap pasang calon diberi kesempatan menyampaikan rancangan program kepemimpinnya yang kemudian diuji oleh tiga orang tim penguji antara lain Dosen Unsri Prof dR Didik Prasetyo, dan DR Ridwan MHum Serta Rektor IAIN Raden Fatah Pelembang Prof Dr M Sirozi Phd

Salah satu paslon no 5 H Askolani-H Slamet saat menanggapi panelis, apa sekalaa prioritas program banyuasin bangkit…?
Askolani mengatakan, “Kami dengan Pakde Slamet sudah berkunjung di 300 desa yang ada di Banyuasin, seluruh poros jalan rusak parah.Oleh sebab itu, untuk menunjang ekonomi seluruh jalan poros harus kita selesaiakan,” Ujar Askolani

Selain program Banyuaain prima petani bangkit dan lain lain.
Askolani memberikan pertanyaan sekaligus tanggapan program paslon No. urut 1 yakni program 1 Milyar 1 desa. “Kami sudah coba 500 juta itupun hanya berjalan 2 th. 1.8 T saya khawatir banyak program – program yang tidak jalan.

Hazuar bidui menanggapi pertanyaan paslon no 5 dengan mengatakan Dana 1,9 M APBD 2018-2019. Insya allah 2.5 T
Dana tak langsung 1 T, Dana langsung 1,5 T.

Tanggapan Askolani mengatakan,
Saya tidak yakin dan tidak percaya program ini akan jalan misalkan 700 M untuk pegawai. Dan selanjutnya ada pembagian di 32 SKPD setelah dibagi 1 T. Sisa dana 300 M artinya banyak jalan yang tidak dibangun artinya ini program yang dipaksakan saja.

Hazuar Menanggapi dengan mengatakan,Dirinya siap mundur apabila dalam 1 tahun program 1 Desa/1 Milyar tidak jalan. “uang rakyat kembalikan ke rakyat. Kami tidak berubah apapun terjadi akan kami lakukan,” Ujarnya

Terpisah pertanyaan selanjutnya dari paslon no Urut 2 kepada no urut 3 Bagaimana pertumbuhan ekonomi 4,5 persen supaya dapat 6 persen lebih….?. Paslon no urut 3 Buya Husni mengatakan, Banyuasin kondisinyan memprihatinkan kalau saya jadi Bupati kita akan kaji juga akan digali situasi masyarakat itu sendiri.

“Misalnya petani padi 1x Setahun bisa 2 x dan seterusnya. Petani karet ini sebenarnya produksi cukup banyak hanya sebenarnya tinggal mutunya. Hal tersebut kurangya penyuluhan dan bimningan,” ujar Buya.

Dari pantauan terlihat diluar gedung tampak penjagaan sangat ketat dan disertai cek detektor oleh personil Polres Banyuasin untuk mengantisipasi terjadinya teror atau aksi sabotase dari masa pendukung paslon. Pengamanan juga dilakukan secara tertutup dan terbuka”.

(Denny Dwi Safutra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *