Pemprov Malut Dorong Industri Minyak Kelapa

Spread the love

Jurnalline.com, Sofifi (Maluku Utara) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) hingga saat ini terus berupaya menjawab tuntutan masyarakat untuk stabilkan harga kopra. Mulai dari datangkan investor kopra hingga berdayakan kelompok wanita di desa dan kelurahan tengah dilakukan.

Hal ini disampaikan kepala dinas Pangan provinsi Maluku Utara, Saiful Turuy kepada reporter Jurnalline.com saat ditemui diruang kerjanya, Jl. KM 40 Sofifi, Jumat (8/2). Kata Saiful, Pemprov Malut sudah melakukan uji coba teknologi pengolahan minyak kelapa, dari PT. KREMBEL IDJO JOGJAKARTA, yang sudah dilakukan uji coba pada kelompok wanita tani (KWT) desa Balbar, Kota Tikep. Selain Balbar, dalam waktu dekat akan dilakukan di desa dan kelurahan lainnya.

“Ada 10 teknologi yang akan kita berikan ke 10 KWT. 8 mesin di daratan Oba termasuk Desa Toseho dan Tului, kemudian 2 mesin di kota Ternate. Untuk Balbar sudah kita uji coba.” Kata Ipul, sapaan akrab Kadis Pangan.

Saiful mengatakan, pemberdayaan akan dilakukan secara merata diseluruh kabupaten/kota se Maluku Utara. Namun dalam uji coba ini diperuntukkan untuk masyarakat Sofifi, selain sebagai ibu kota provinsi, Sofifi juga memiliki bahan baku yang melimpah.

Menurutnya, teknologi tersebut memiliki performa yang cukup baik, bisa menghasilkan minyak yang berkualitas dengan waktu yang singkat, serta tanpa menggunakan bahan bakar minyak maupun kayu. Dengan menggunakan tenaga listrik, teknologi tersebut diyakini dapat memudahkan pelaku usaha dalam mengolah minyak kelapa.”Jadi dengan teknologi itu, tidak perlu lagi minyak tanah, tudak perlu lagi, dan biaya lainnya. Kita hanya pake teknologi induk saja, langsung jadi minyak,”ujarnya

Saat ini, lanjut Ipul, minyak kelapa hasil uji coba KWT desa Balbar beberapa waktu lalu sedang di cek kandungannya oleh tim laboratorium Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Tim Laboratorium Libang Kementan RI.”Sementara di dicek kandungannya, baik kalori, vitamin, dan manfaat lainnya. Selain itu, kami juga sudah daftarkan ke BPOM Malut untuk memperoleh nomor registrasi dari BPOM,”ujarnya

Pemprov melalui dinas Pangan akan melakukan pembinaan kepada KWT yang akan diberikan bantuan teknologi pengolahan minyak kelapa. Mulai dari hulu ke hilir menjadi tanggung jawab dinas Pangan.”Mereka akan dilatih hingga mampu secara mandiri. Setelah itu, produknya akan kami (dinas pangan) beli, kemudian diberi kemasan yang baik, dilabeli, dan dinas pangan juga yang akan menjual,”tukasnya

Selain mendorong industri kecil, Pemprov juga tengah berupaya menarik investor minyak kelapa, pada Rabu (6/2) pekan lalu, Pemprov kedatangan investor dari India, PT Putra Nusantara Himalaya Kurniajaya (Punyaku) , yang diinisiasi oleh Anggota Komisi VII DPR RI Tjatur Sapto Edy, untuk mengatasi anjloknya harga kopra.

Pertemuan itu dihadiri Gubernur KH. Abdul Gani Kasuba, Wagub M Natsir Thaib, Anggota Komisi VII Tjatur Sapto Edy, Plt Bupati Haltim Muh Din, Asisten Bidang Perekonomian mewakili Bupati Halsel, serta sejumlah pejabat Pemprov Malut.

Belum diketahui pasti kapan perusahaan tersebut mulai menapakkan kaki di Maluku Utara. Namun, CEO PT.Punyaku Halitkumar mengatakan, akan membangun pabrik minyak kelapa dengan kapasitas produksi mencapai 1000 ton per hari. Oleh karena itu, butuh lokasi sekitar 150 hektar.

Gubernur menyambut baik kehadiran calon investor tersebut. Menurutnya, persoalan kopra tidak mudah untuk diselesaikan, untuk itu perlu sinergitas pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota untuk menyambut investor di Maluku Utara.”Saya kira ini bukan jangka pendek, bukan sekarang yang kita rasakan tapi kedepan. Kita harus punya cita-cita yang panjang, tapi kalau selalu kita pesimis, akan terus tidak jadi apa-apa,”pungkasnya

(YUDI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.