Lahan Gambut Dijadikan Plasma Nutfah
August 7, 2015- Tweet
- Pin It
Jurnalline.com, KAYUAGUNG – Lahan gambut di wilayah Bumi Bende Seguguk, setiap musim kemarau dipastikan akan mengeluarkan asap karena terbakar. Namun, ada juga lahan gambut tidak pernah terbakar dilokasi konservasi plasma nutfah terletak dibelahan Jalan Raya Sepucuk Km 10 Kelurahan Kedaton Kayuagung.
Lahan gambut berkisar 20 hektar yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) itu, hingga sekarang tidak menyumbangkan asap. “Inilah kawasan yang terbukti tidak terbakar dalam 10 tahun terakhir,” kata Kadin Kehutanan HM Rosidi, Kamis (6/8).
Rosidi mengaku, bangga akan kebun yang ditanami sejumlah tanaman khas rawa gambut itu seperti jelutung, ramin, dan meranti. Wilayah ini pada 2006 pernah terbakar, bersama ratusan ribu hektar gambut lainnya di daerah Sepucuk. “Saat itu, dunia international menyoroti OKI karena kebakaran hebat. Tahun 2006 merupakan tahun kebakaran gambut yang cukup hebat setelah 1998,” kata Rosidi.
Setelah peristiwa tersebut, sebagian lahan gambut yang terbakar, yang kedalamannya mencapai 6 meter, menjadi perkebunan sawit, dan sebagian dibiarkan. Hanya kawasan ini dibuat menjadi kawasan plasma nutfah. “Ternyata, sampai sekarang daerah ini yang tidak pernah terbakar,” ucap Rosidi.
“Ini membuktikan jika kebakaran lahan gambut benar-benar ulah manusia. Buktinya, kawasan yang dijaga dari aktivitas pembakaran tetap terjaga,” katanya.
Dengan bukti tersebut, kata Rosidi, kawasan gambut di OKI yang habis terbakar dan dirambah dapat direhabilitasi. “Memang membutuhkan waktu yang panjang dan biaya besar. Tapi tetap ada peluang,” tutur Rosidi.
Menurutnya, tanaman yang paling dominan di kebun konservasi itu adalah jelutung ini dikarenakan tanaman tersebut ramah terhadap lahan gambut, terutama dalam menjaga airnya. Ini berbeda dengan tanaman lain seperti sawit.
Kedua, tanaman ini menghasilkan, tanpa harus melakukan penebangan pohon, yakni getahnya. “Getah jelutung harganya mahal, sekitar Rp 30 ribu per kilogram,” kata Rosidi.
Ketiga, usia produksi pun tidak jauh berbeda dengan karet yang selama ini ditanam masyarakat di Kabupaten OKI. Sementara karet tidak dapat ditanam di lahan gambut.
Dengan tiga alasan tersebut, Rosidi ingin mengkampanyekan kepada masyarakat untuk melakukan penanaman jelutung di lahannya. Mereka tidak harus membakar, dan mengubah karakter lahan. “Selain itu penghasilannya juga lebih baik, dan menjaga keberadaan lahan gambut,” katanya.
Di sela jelutung, dapat pula ditanam pohonan besar lain, seperti ramin, meranti, atau lainnya. “Di musim kemarau, di sela jelutung dapat ditanami nanas, labu, semangko yang harganya cukup bagus,” ungkap Rosidi.
“Saya percaya jika kebun ini sudah menghasilkan dari getah jelutung, masyarakat yang hidup di lahan gambut akan mengikutinya,” katanya panjang lebar.
Atas keberhasilan kebun konservasi itu, Pemerintah Kabupaten OKI berencana mengembangkan hal yang sama pada lahan gambut dengan kedalaman 1-5 meter di Kecamatan Pedamaran dan Pedamaran Timur seluas 10.000 hektar.
“Rencananya bibit pohon jelutung dari sini yang akan dikembangkan. Selain tanaman khas gambut lain,” jelas Rosidi.
Selain itu kata Rosyidi, kawasan lain yang tidak pernah terbakar selama musim kemarau adalah Hutan Kota Kayuagung. Di atas lahan 20 hektar itu ditanam sekitar 18 pohon khas rawa gambut. Misalnya tembesu, ketapang, trembesi, jabon, pulai, petai, merawan, hingga pohon Kayuagung. “Saat ini lahan yang baru ditanam sekitar 2,5 hektar. Usia rata-rata tanaman 4-5 tahun,” kata Rosidi.
Keberadaan hutan kota ini, kata Rosidi, sebagai upaya pelestarian tanaman yang dulunya ditemukan di Kabupaten OKI. Minimal generasi mendatang tahu mengenai jenis tanaman yang pernah ada di OKI.
Rosidi menjelaskan, saat ini hutan lindung di kabupaten yang luasnya sekitar 19.023,47 kilometer persegi, tersisa 98.115 hektar. Itu pun berada di wilayah pesisir, yakni Hutan Lindung Sungai Lumpur dan Sungai Mesuji. Hutan lindung ini sebagian kecil dari lahan gambut di Kabupaten OKI yang luasnya mencapai 750 ribu hektar. Kawasan yang dulunya hutan sebagian besar sudah menjadi hutan produksi.
“Pembuatan kebun konservasi dan hutan kota adalah pilihan yang harus dilakukan guna menjaga kelestarian tanaman dan satwa di OKI,” katanya.
Selain itu, Rosidi sangat yakin berbagai peristiwa kebakaran lahan gambut yang terjadi di Kabupaten OKI, 90 persen disebabkan manusia. “Manusia yang berkebun, bertani, dan aktivitas lainnya sudah sepatutnya menjaga lahan tersebut,” jelasnya.
(Novi)
You may also like...
Pages
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024
- June 2024
- May 2024
- April 2024
- March 2024
- February 2024
- January 2024
- December 2023
- November 2023
- October 2023
- September 2023
- August 2023
- July 2023
- June 2023
- May 2023
- April 2023
- March 2023
- February 2023
- January 2023
- December 2022
- November 2022
- October 2022
- September 2022
- August 2022
- July 2022
- June 2022
- May 2022
- April 2022
- March 2022
- February 2022
- January 2022
- December 2021
- November 2021
- October 2021
- September 2021
- August 2021
- July 2021
- June 2021
- May 2021
- April 2021
- March 2021
- February 2021
- January 2021
- December 2020
- November 2020
- October 2020
- September 2020
- August 2020
- July 2020
- June 2020
- May 2020
- April 2020
- March 2020
- February 2020
- January 2020
- December 2019
- November 2019
- October 2019
- September 2019
- August 2019
- July 2019
- June 2019
- May 2019
- April 2019
- March 2019
- February 2019
- January 2019
- December 2018
- November 2018
- October 2018
- September 2018
- August 2018
- July 2018
- June 2018
- May 2018
- April 2018
- March 2018
- February 2018
- January 2018
- December 2017
- November 2017
- October 2017
- September 2017
- August 2017
- July 2017
- June 2017
- May 2017
- April 2017
- March 2017
- February 2017
- January 2017
- December 2016
- November 2016
- October 2016
- September 2016
- August 2016
- July 2016
- June 2016
- May 2016
- April 2016
- March 2016
- February 2016
- January 2016
- December 2015
- November 2015
- October 2015
- September 2015
- August 2015
Categories
- AdvertNews (63)
- Ekonomi (41)
- Gaya Hidup (1,237)
- Hukum & Kriminalitas (1,996)
- Internasional (30)
- Nasional (84,049)
- KOARMABAR (117)
- KOLINLAMIL (51)
- PENKOSTRAD (20,732)
- Olahraga (601)
- Pariwisata & Budaya (15)
- Pendidikan (242)
- Peristiwa (488)
- Politik (558)
- Profil (3)
- Sains & Teknologi (1)
- SMSI (43)
- Uncategorized (908)
Berita Terkini
- August 3, 2026
Koramil 01/Kranji Bersama Aparat Keamanan Tingkatkan Patroli Malam Ciptakan Lingkungan Kondusif
- August 3, 2026
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Pasir Timah Ilegal Di Perairan Lingga
- August 3, 2026
Diduga Ada “Setoran Harian” PKL di Kota Tangerang, Aliran Dana Bayangan di Balik Penertiban?
- August 3, 2026
Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Perkuat Sinergi dengan Warga dalam Menjaga Keamanan Wilayah
- August 3, 2026
KRI Nala-363 Bawa32 Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 Sandar Di Koarmada II, 30 Selamat 2 Meninggal Dunia
- August 3, 2026
Copyright © 2017 Jurnalline Cyber Media
- Contact
- HUKUM & KRIMINALITAS
- Pedoman Pemberitaan Media Siber
- Redaksi Jurnalline
- 001/J/I/2015
- 002/J/I/2015
- 003/J/I/2015
- 004/J/III/2017
- 005/J/VII/2019
- 006/J/VII/2019
- 007/J/VII/2019
- 011/J/XII/2016
- 014/J/I/2015
- 015/J/VIII/2016
- 016/J/IX/2016
- 017/J/XII/2016
- 018/J/III/2017
- 019/J/III/2017
- 020/J/I/2017
- 021/J/VIII/2017
- 022/J/VII/2019
- 023/J/VIII/2020
- 024/J/XI/2021
- 025/J/VII/2021
- 026/J/XI/2021
- 027/J/XI/2021
- 028/J/XII/2021
- 029/J/XII/2021
- 030/J/I/2022
- 031/J/I/2022
- 032/J/III/2022
- 033/J/IV/2022
- 034/J/VI/2022
- 035/J/VI/2022
- 036/J/VI/2022
- 037/J/VII/2022
- 038/J/VII/2022
- 039/J/VIII/2022
- 040/J/VIII/2022
- 041/J/VIII/2022
- 042/J/I/2023
- 043/J/I/2023
- 044/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 045/J/VII/2023
- 046/J/IX/2023
- 047/J/X/2023
- 048/J/X/2025
- 049/J/XI/2025
- 050/J/II/2026
- 051/J/II/2026
- 052/J/II/2026
- Kode Etik Jurnalistik
- Sitemap



